Karakteristik Perkembangan anak usia kelas awal
SD serta Pembelajaran Tematik-Keuntungan Penggunaan
Karakteristik Perkembangan anak usia kelas awal
SD
Anak yang berada di kelas awal SD adalah anak yang berada
pada rentangan usia dini. Masa usia dini ini merupakan masa perkembangan anak yang pendek
tetapi merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupannya. Oleh karena itu,
pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga
akan berkembang secara optimal.
Karakteristik perkembangan anak
pada kelas satu, dua dan tiga SD biasanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai
kematangan, mereka telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya. Mereka
telah dapat melompat dengan kaki secara bergantian, dapat mengendarai sepeda
roda dua, dapat menangkap bola dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata
untuk dapat memegang pensil maupun memegang gunting. Selain itu, perkembangan
anak dari sisi sosial, terutama anak yang berada pada usia kelas awal SD antara
lain mereka telah dapat menunjukkan keakuannya tentang jenis kelaminnya, telah
mulai berkompetisi dengan teman sebaya, mempunyai sahabat, telah mampu berbagi,
dan mandiri.
Perkembangan anak usia 6-8 tahun dari sisi emosi antara lain
anak telah dapat mengekspresikan reaksi terhadap orang lain, telah dapat
mengontrol emosi, sudah mampu berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar
tentang konsep nilai misalnya benar dan salah. Untuk perkembangan kecerdasannya
anak usia kelas awal SD ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melakukan
seriasi, mengelompokkan obyek, berminat terhadap angka dan tulisan,
meningkatnya perbendaharaan kata, senang berbicara, memahami sebab akibat dan
berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu.
Pembelajaran Tematik-Keuntungan Penggunaan
Sesuai dengan tahapan karakteristik
perkembangan anak, karakteristik cara anak belajar, konsep
belajar dan belajar bermakna, maka kegiatan pembelajaran bagi
anak kelas awal SD sebaiknya dilakukan dengan pembelajaran
tematik. Pembelajaan tematik
adalah pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata
pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman belajar bermakna kepada
peserta didik. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok
pembicaraan (Poerwadarminta, 1983). Dengan tema diharapkan akan
memberikan banyak keuntungan, di antaranya: (1) Peserta didik mudah memusatkan
perhatian pada suatu tema tertentu; (2) Peserta didik mampu mempelajari
pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar matapelajaran
dalam tema yang sama; (3) Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam
dan berkesan; (4) Kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan
mengkaitkan matapelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik; (5)
Peserta didik mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi
disajikan dalam konteks tema yang jelas; (6) Peserta didik lebih bergairah
belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan
suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari matapelajaran
lain; (7) Guru dapat menghemat waktu karena beberapa mata pelajaran yang
disajikan secara tematik dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau
tiga pertemuan, waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial,
pemantapan, atau pengayaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar